Ujaran Kebencian Dan Isu SARA Banyak Memakan Korban

111 views

Polres Trenggalek – Pidato Kapolsek Pule Polres Trenggalek Iptu Suraji, SH, MH saat mengisi kegiatan Konferancab ( Konferensi Anak Cabang) Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama dan Ikatan Putra Putri Nahdlatul Ulama ( IPNU dan IPPNU) anak cabang Pule yang dilaksanakan di balai desa Pule, pada Sabtu ( 17/3 ).

 

“ IPNU dan IPPNU merupakan ikatan pelajar dalam hal ini belajar berorganisasi atau belajar menjadi pemimpin, untuk itu orang yang menjadi pemimpin adalah orang yang bisa dijadikan panutan dan harus cerdas,” kata Kapolsek Pule Polres Trenggalek Iptu Suraji.

 

 

Transparansi penting dalam berorganisasi untuk itu mari belajar dan belajar. Kejujuran, keterbukaan, keandalan, dan pertanggung jawaban adalah hal-hal yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan transparansi dengan baik. Transparansi mampu mencegah semua potensi niat tidak baik, ataupun semua potensi yang bermaksud mengambil keuntungan pribadi dari yang bukan haknya. Transparansi akan menyelamatkan sumber daya organisasi dari perilaku menyimpang ataupun mencegah potensi tidak baik di organisasi.

 

 

“ Saya mengapresiasi atas pelaksanan petugas yang lama dengan baik, kepada ketua IPNU yang telah berhasil membawa organisasi selama dua tahun yang masa baktinya sudah berahir,” lanjut penyampaian Kapolsek Pule Polres Trenggalek Iptu Suraji.

 

 

Selain itu, Kapolsek Pule Polres Trenggalek mengingatkan dalam menggunakan cyber ada undang hndang ITE didalamnya sudah diatur mana yang dilarang saat menggunakan media. Adanya ujaran kebencian yang telah banyak memakan korban, bahkan negara yang maju bisa hancur karena isu Hoax.

 

 

Bahwa munculnya berita palsu dan propaganda yang tersebar di sosial media merupakan masalah serius, dan bila ditambah dengan bantuan bot yang banyak serta orang-orang yang dibayar untuk memberikan komentar-komentar provokatif, maka hoaks dan propaganda ini menjadi masalah yang benar-benar serius.

 

 

Hancurnya negara Irak juga Karena isu Hoax, Amerika dan sekutunya menuding Saddam Husein memiliki senjata pemusnah masal. Dengan alasan itulah mereka menyerbu Irak. Meluluhlantakan sebuah negara. Menyeret Saddam dari lubang persembunyian. Lalu mengadilinya sampai mati.

 

 

Aksi ini disokong pemberitaan media-media raksasa untuk menggalang opini. Boleh dibilang isu senjata pemusnah masal Irak adalah hoax yang memakan korban jutaan orang. Inilah hoax yang sengaja dirancang untuk menghancurkan sebuah negara.

 

 

polres trenggalek

Posting Terkait