Polisi On Radio Siarkan Terkait Operasi Patuh 2017

64 views

Polres Trenggalek- Kerjasama antara polisi dengan media massa sangat diperlukan guna saling memberikan informasi suatu peristiwa. Hal ini juga dilakukan oleh Kapolsek Tugu yang melaksanakan siaran radio guna memberikan informasi dan dialog dengan masyarakat melalui telepon. Kapolsek Tugu Iptu Bambang Purwanto, SH, MH melaksanakan siaran radio Joss FM utuk memberikan informasi terkait adanya operasi Patuh Semeru 2017. Pelaksanaan opersi dilakukan mulai tanggal 9 sampai dengan 22 Mei 2017, dan oleh karena itu Kapolsek Tugu berharap kepada masyarakat yang mengendarai motor khususnya melengkapi diri dengan Surat Ijin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomer Kendaraan (STNK), helm, menyalakan lampu pada siang hari, melengkapi lampu sent, dan sebagainya. Operasi Patuh tersebut digelar dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan tujuan mewujukan situasi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar pada lokasi rawan kecelakaan, rawan pelanggaran dan kemacetan.Jum’at (12/05)

Operasi patuh juga merupakan kelanjutan dari operasi simpatik yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Adapun perbedaannya yaitu operasi simpaik lebih fokus dengan teguran karena sifatnya preventif sedangkan operasi patuh fokus dengan penindakan bagi pengguna jalan yang melanggar. Sasaran operasi Patuh Semeru adalah masyarakat pengguna jalan yang melakukan pelanggaran peraturan lalu lintas, seperti pengendara melawan arus, menerobos trafic light, parkir sembarangan dan tidak memakai helm, hal-hal tersebut merupakan suatu potensi gangguan. Selanjutnya untuk target operasi sasaran orang yaitu seluruh pengguna jalan baik angkutan umum maupun pribadi. Untuk sasaran benda yaitu angkutan barang untuk angkutan orang, kendaraan yang tidak berhenti pada tempatnya dan kendaraan pribadi yang menggunakan sirine atau rotator. Kemudian untuk sasaran tempat adalah lokasi-lokasi yang menyebabkan kemacetan, balap liar, dan sebagainya. Sanksi juga disiapkan apabila melanggar, “Sanksi akan dilakukan sesuai UU nomer 22 Tahun 2009, yaitu apabila ada yang kena tilang maka mendapat hukuman berupa kurungan penjara atau membayar denda” tegas Kapolsek kepada penyiar ketika ditanya terkait sanksi tilang. Penerapan sanksi tersebut diberlakukan kepada yang melanggar guna memberikan pelajaran agar lebih tertib dalam berkendara karena keselamatan pengendara ada ditangannya sendiri. Dialog dengan masyarakat melalui telepon juga dilakukan, ada beberapa orang yang menanyakan hal-hal tentang peristiwa di seputaran Tugu. Kapolsek juga memberikan jawaban sesuai apa yang ditanyakan masyarakat. Dengan adanya siaran radio ini maka masyarakat sangat terbantu dalam mendapatkan informasi yang valid langsung dari kepolisian.

polres trenggalek

Posting Terkait