Manfaatkan Media TV Lokal untuk Bangun Kesadaran Keselamatan Berlalu Lintas

97 views

Polres Trenggalek – Perwira satu ini seperti tak pernah lelah mensosialisasikan arti penting keselamatan berlalu lintas. Saban hari ada saja yang dilakukannya. Mulai dari dialogis dengan sopir angkutan umum, ngobrol ringan dengan tukang becak, bagi-bagi brosur sampai siaran radio pun ia lakoni demi terwujudnya Kamtibselcarlantas di Kabupaten Trenggalek.

Bertepatan dengan berlangsungnya operasi Patuh Semeru 2017, Kanitdikyasa Satlantas Polres Trenggalek Iptu Agustyo semakin gencar melakukan kegiatan preemtif. Seperti yang nampak siang ini, bersama pegawai dinas perhubungan kabupaten Trenggalek ia sudah berada di stasiun televisi lokal HKTV untuk mengikuti acara dialog seputar keselamatan berlalu lintas.

“Siaran HKTV sudah menjangkau hampir seluruh kabupaten Trenggalek. acaranya yang mengusung kearifan dan budaya lokal menjadi favorit warga Trenggalek sehingga sosialiasi bisa lebih efektif dan menjangkau semua lapisan masyarakat”ujar Perwira murah senyum ini.

Iptu Agustyo juga tak canggung berdialog dengan sang pembawa acara Cak Kun di depan kamera bahkan sesekali ia lempar joke-joke segar agar acara menjadi lebih meriah.

Lebih lanjut Iptu Agustyo materi sosialisasi kali ini banyak berkisar tentang hak dan kewajiban pengendara di jalan raya. “Doktrin keselamatan berkendara harus berangkat dari hati. Sama seperti membangun disiplin kepada anak kita. Dimulai dari diri sendiri sehingga muncul kesadaran keselamatan sebagai sebuah kebutuhan” ujar Iptu Agutyo.

Di akhir acara, Iptu Agustyo berpesan kepada setiap pengendara agar mentaati peraturan lalu lintas yang ada.  Iapun menghimbau agar selalu mengecek kelaikan kendaraan sebelum berkendara.

“Jangan lupa, pakai helm standar SNI bagi yang mengendarai sepeda motor dan klik sabuk pengamanan bagi yang menggunkan mobil atau roda 4” pesan Iptu Agustyo

Sementara itu Kasat lantas Polres Trenggalek AKP Ricky Tri Dharma, SH, SIK menuturkan, pihaknya akan terus menggencarkan sosialisasi dengan berbagai metode. Sasaran meliputi kelompok masyarakat teroganisir dan tidak terorganisir, termasuk pelajar sekolah, pegawai atau karyawan serta potensi masyarakat lainnya seperti sopir angutan umum, ojek atau tukang becak.

“Semua lapisan masyarakat akan kita sentuh. Sosialisasi tidak hanya berhenti pada operasi patuh saja tapi berkelanjutan dan berkesinambungan. Kita juga akan bangun kerjasama dengan stakeholder lainnya sehingga Kamtibselcarlantas di Trenggalek dapat tercapai optimal” Pungkas AKP Ricky.

polres trenggalek

Posting Terkait