Bhabinkamtibmas Desa Karangan Beri Himbauan Murid SMAN Untuk Patuhi Peraturan Lalu Lintas

57 views

Polres Trenggalek – Operasi Patuh Semeru 2017 telah digelar mulai tanggal 9 Mei 2017 sampai dengan 22 Mei 2017  selama 14 hari serentak seliruh Indonesia. Tujuan operasi ini adalah untuk menekan anggka pelanggaran lalu lintas sehingga mengurangi kejadian kecelakaan lalu lintas.

Dalam Opersai Patuh Semeru 2017 ini  bagi Polsek Karangan, Polres Trenggalek adalah sebagai operasi imbangan yang secara khusus dilaksanakan oleh Sat Lantas Polres Trenggalek.

Sehubungan dengan  operasi Patuh tersebut Bhabinkamtibmas Bripka Suji yang tugas sehari – hari  di Polsek Karangan, Polres Trenggalek memberikan himbauan kepada pelajar SMAN 2 Karangan bahwa daalam operasi patuh ini agar mematuhi segala peraturan lalu lintas sehingga terhindar dari kecelakaan lalu lintas. Rabu (17/5).

“Adik – adik kalau mengendarai sepeda motor harus dilengkapi dengan STNK dan SIM kemudian jangan lupa memakai helm yang standart nasional, kelengkapan kendaraan  sperti kaca spion, lampu – lampu harus berfungsi dan lain – lain,” himbau Bripka Suji.

Bripka Suji menerangkan lebih lanjut bahwa operasi patuh ini nanti akan diadakan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan umum atau razia mulai dari surat – surat kendaraan dan kelengkapan kendaraan, apa bila pengendara ada yang kedapatan melanggar nanti akan ditindak dengan tilang.

Adapun pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas misalnya melanggar batas kecepatan,  boncengan tiga, melanggar marka utuh, melawan arus, tidak menyalakan lampu dimalam hari dan tidak pakai helm dan sebagainya.

Kapolsek Karangan AKP.Sutrisno,S.H.  ditempat terpisah menerangkan, dari hasil mengikuti gelar menjelang dimulainya Operasi Patuh Semeru 2017 di Polres  Trenggalek bahwa sasaran operasi patuh kali ini dibagi tiga, pertama potensi gangguan, kedua ambang gangguan dan ketiga gangguan nyata.

“Jadi potensi gangguan meliputi mental masyarakat pengguna jalan yang cenderung untuk melanggar, ambang gangguan kurangnya masyarakat memahami rambu – rambu lalu lintas dan undang – undang lalu lintas. Yang terakhir gangguan nyata meliputi pelanggaran yang bisa menimbulkan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas,” terang AKP Sutrisno,S.H.

Kapolsek menerangkan bahwa peran Polsek yang melaksanakan operasi imbangan bisa mengambil peran pada potensi satu dan dua yaitu melalui penyuluhan – penyuluhan agar masyarakat bermental patuh dan mengerti tentang rambu – rambu lalu lintas dan perundang – udangan lalu lintas. Dengan terjun ke sekolah – sekolah atau memberikan himbauan kepada masyarakat yang ada di pemukiman.

polres trenggalek

Posting Terkait